images (1)11. Menyaring Kandidat Pekerja dengan Sosial Media

Mengecek latar belakang lewat sosial media dapat menjadi ladang bagi pengusaha. Mengintip profil facebook pelamar untuk bukti minum minuman berat atau penggunaan narkoba, foto berbusana tipis atau komentar politis yang salah dapat diketahui.

Jika kamu memutuskan untuk mengecek latar belakang lewat sosial media baik oleh dirimu sendiri atau pihak ketiga, alangkah bijaksana jika kamu meminta izin lebih dulu kepada pelamar. Konsultasikan dengan pengacaramu sebelum menyusun kebijakan.

Menyaring lewat LinkedIn. Hati-hati menyisir profil kandidat. Cari :

  • Apakah daftar pekerjaan dan deskripsi mereka sesuai dengan resume yang mereka serahkan.
  • Apakah mereka menampilkan diri secara profesional.
  • Menunjukkan dan memahami siapa mereka dan apa yang mereka katakan.
  • Koneksi penting
  • Grup yang mereka ikuti untuk mengukur ketertarikan profesional mereka.
  • Seberapa aktif mereka dalam situs.

Menyaring lewat twitter. Aktifitas kandidat di twitter menawarkan bantuan untuk mengetahui bagaimana mereka berkomunikasi, berelasi, dan apa yang menurut mereka menarik. Cari :

  • Jejaring mereka dan apakah mereka memiliki keseimbangan yang baik antara followers dan following.
  • Seberapa sering mereka men-tweet.
  • Jika mereka mendapatkan perhatian dari influencer
  • Konten yang mereka tweet dan jika mereka menyertakan wawasan mereka sendiri.
  • Bagaimana mereka berelasi dan terlibat dengan yang lain.

Google nama orang untuk menemukan posting lain dalam blog personal dan perusahaan, papan diskusi industri, artikel berita, dan apapun yang bersifat online. Cek dan ricek bahwa ini merupakan orang yang sama dengan pelamar.

12. Cekatan Melakukan Riset Pasar dengan Sosial Media.

Brand biasa berasumsi bahwa riset pasar hanya untuk perusahaan mahal. Jika bisnismu memiliki anggaran untuk riset pasar mendalam, kamu menemukan bahwa label harga akan menjadi ilmu falak dan riset mungkin berlangsung  beberapa bulan atau tahun. Riset pasar sosial media benar-benar merubah ini.

Tujuan dari riset pasar  sangat sederhana. Riset pasar yang hebat bisa membatumu :

  • Mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang kebutuhan pelanggan.
  • Mengumpulkan pendapat dan data yang relevan dari pelangganmu secara real time.
  • Menemukan trend pasar sebelum itu terjadi.
  • Menciptakan produk yang benar-benar pelanggan inginkan dengan cepat.
  • Mencegah salah langkah dalam design produk dan pembangunan yang bisa saja menghabiskan biaya mahal.
  • Melacak dan mengoptimalkan marketing untuk menagkau pasar yang lebih luas lagi dan menghemat biaya.

13. Gunakan Sosial Media di Konferensi atau Pertunjukkan Dagang

Kalau kamu mendatangi konferensi, pertunjukkan dagang, atau seminar, ketahui bagaimana cara menggunakan berbagai sosial media untuk keuntunganmu. Sosial media akan membantumu berencana lebih dulu, mendapatkan event paling banyak, membagikan informasi dan memantapkan hubungan sesudahnya.

Sebelum event :

  • Pastikan profile sosial mediamu up to date.
  • Follow saluran resmi event di Facebook, Twitter, LinkedIn, dll.
  • Merasa sangat ambisius? Atur Tweetup.
  • Jadilah akrab dengan pembicara.
  • Buatlah daftar twitter dan lingkaran Google+ untuk memudahkan referensi.
  • Tuliskan dan share postingan blog yang mengantisipasi acara.

Ketika kamu di sana :

  • Umumkan kamu telah sampai di event.
  • Tanya orang-orang dalam jaringanmu sesi apa yang mereka hadiri.
  • Share komentarmu dan informasi tentang event dan libatkan yang lainnya.
  • Hadiri sosial bersama-sama.
  • Share apa yang menginspirasimu.

Setelah selesai :

  • Share pengetahuan baru yang kamu dapatkan dari evet dengan komunitasmu.
  • Jadilah tidak terlupakan jadi teman barumu tidak melupakanmu.
  • Gambarkan bagaimana sosial media membantumu di event.

14. Rubah Transaksi Menjadi Hubungan

Rashid Temuri adalah supir taksi yang menemukan bagaimana menghubungkan komoditi bisnis dengan sosial media. Temuri memiliki banyak jejaring sosial, tapi dia sangat bersinar di twiter. Ia menjalin percakapan dengan pelanggannya, memposting foto kota di instagram-nya dan check in di lokasi berbeda di sekitar kota.

Keberadaan sosial Temuri membantunya mendapatkan bisnis baru dan berulang. “Layanan pribadi saya memberi saya keuntungan,” katanya. “Ketika kamu menghubungiku, kamu tahu siapa saya dan siapa yang akan muncul di pintumu.”

Temuri bekerja keras memikirkan cara untuk membuat pelanggannya lebih nyaman dan menikmati layanannya. Hasilnya, mereka memberinya penghargaan dengan menjadi pelanggan yang loyal.

Mengapa kamu tidak melakkan hal yang sama untuk bisnismu? Ini 5 hal yang bisa kamu pertimbangkan :

  • Di komoditi bisnis, hubungan bisa membuat semuanya berbeda.
  • Gunakan situs sosial untuk mencari tahu ‘rasa sakit’ pelanggan dan coba tawarkan layanan yang menghilangkan itu.
  • Gunakan sosial media untuk menemukan dan menjangkau pelanggan yang siap membeli (dalam kasus Temuri, orang yang “check-in” di airport).
  • Coba cara berbeda untuk berhubungan dengan pelangganmu dan lihat yang mana paling menciptakan buzz.
  • Setelah seseorang menjadi pelanggan, jaga komunikasi lewat sosial media jadi mereka bisa kembali padamu di waktu berikutnya.

15. Sajikan Forum Terbuka

Mengapa situs seperti The Consumerist, TripAdvisor, dan Angie’s List sangat sukses? Mereka berkembang lewat pendapat jujur dan feedback dari orang-orang yang ingin membagikan pengalaman dan pengetahuannya untuk keuntungan satu sama lain.

Bagaimana kamu isa menerapkan ini di brand-mu? Pertimbangkan taktik ini :

  • Bangun forum atau area komentar di website-mu dan buat feedback untuk dapat dipublikasikan secara terbuka ke publik.
  • Perbolehkan komentar di facebook page-mu dan tanyakan pertanyaan tentang produk atau jasamu.
  • Ciptakan diskusi di LikedIn atau forum yang relevan untuk mengumpulkan feedback.
  • Bebas berbagi informasi tentang brand-mu.

Mungkin sulit meyakinkan eksekutif-mu untuk berbagi saus rahasia atau produk beta dengan pelanggan. Tapi keterbukaan bisa membuat sosial mediamu pergi jauh di depan. Komunitasmu akan merasa  terlibat dalam perusahaanmu dan mengapresiasi kepercayaan yang kamu taruh pada mereka. Mereka mungkin menjadi tertarik pada ceritamu, ingin terlibat dalam produk percobaanmu dan tetap menjaga komunikasi. Itu mungkin apa yang kamu butuhkan untuk menciptakan pelanggan baru dan menjaga mereka dalam jangka waktu lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 2 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.