sosmed26. Pekerjakan Chief Social Officer (CSO)

Seorang CSO bisa mengatur visi untuk pertumbuhan sosial media internal. Mereka dapat menyetir proyek-proyek sosial media internal dan berkolaborasi karyawan agar lebih baik, pendidikan sosial media, dan sertifikasi untuk membuat karyawan paham peran mereka dalam aktifitas sosial media perusahaan. Bahkan, mereka bisa bekerja dengan HRD dan keuangan untuk memadukan sosial media ke dalam proses organisasi perusahaan.

27. Atur Dewan MediaSosial

Satu taktik paling mendasar dan efektif untuk kesuksesan sosial perusahaan adalah penciptaan sebuah kelompok internal untuk pelaksanaan sosial media. Dewan media sosial bisa membantumu :

  • Merubah tim legal dari musuh menjadi sekutu
  • Memeastikan HR tidak bersinggungan dengan strategi sosial media-mu
  • Mengidentifikasi dan berbagi praktik terbaik
  • Mengatasi keberatan internal
  • Menghilangkan usaha ganda
  • Berbicara dengan suara terpadu

 

Setiap organisasi berbeda, tapi dalam sebgaian besar tugas dari dewan media sosial untuk kesuksesan perusahaan meliputi  :

  • Menciptakan dan meng-update kebijakan serta pedoman sosial media untuk karyawan
  • Memberikan arahan yang jelas tentang bagaimana karyawan harus mengintegrasikan aktifitas sosial media pribadi ke kehidupan profesional mereka
  • Menyetujui pembuatan saluran sosial media baru (dan mencegah usaha ganda serta tidak perlu proliferasi halaman dan akun)
  • Memastikan branding dan pesan di semua saluran berjalan konsisten
  • Mengidentifikasi, mengetes dan menyetujui perangkat pihak ketiga seperti sosial media monitoring dan sosial media manajemen tools
  • Mengkoordinasikan adopsi tools sosial media dengan sistem lainnya, termasuk Customer Relationship Management dan automatisasi penmasaran (sering berhubungan dengan IT)
  • Membagikan praktik sosial media terbaik dan cerita tentang kesuksesan internal
  • Bekerja dengan Legal, HR, dan IT untuk mengintegrasikan kebijakan sosial media dengan kebijakan perusahaan yang sudah ada
  • Menciptakan bahan untuk kehadiran sosial media dan kampanye yang bisa dimodifikasi untuk penggunaan ulang oleh bagian lain dari organisasi (unit bisnis, misalnya)

 

28. Atur Tim Editorial Sosial Media

Untuk melaksanakan rencana konten pemasaran yang komprehensif, kamu membutuhkan sebuah tim yang terdiri dari penulis yang antusias dan creator yang idealnya memiliki beberapa latar belakang bisnis. Sebuah organisasi yang lebih besar mungkin memiliki tim yang berisikan seluruh peran dalam tim editorial.

Ini adalah peran-peran utama yang dibutuhkan dalam tim editorial :

  • Direktur Konten Marketing. Orang ini yang memiliki inisiatif untuk konten marketing, menuliskan rencana, mengukur hasil dan memastikan semua konten melayani pemasaran dan tujuan bisnis yang lebih luas.
  • Managing Editor. Bertanggung jawab mengatur deadline dalam kalendar editorial, menerapkan panduan gaya dan memastikan semua konten berkualitas bagus.
  • Content Creator. Orang-orang ini menulis untuk postingan blog-mu, memproduksi ebook dan merekam podcast.
  • Produser Konten. Spesialis ini memasukkan estetika ke segala sesuatu yang diciptakan tim. Mereka tahu bagaimana mengambil gambar video yang menarik, edit podcast, mendesign presentasi atau merapihkan ebook.

 

Kamu juga akan membutuhkan interaksi dengan beberapa peran lain :

  • Manajer web untuk memposting bahan-bahan ke situs.
  • SEO dan spesialis analisis web untuk mengukur seberapa jauh kontenmu terlihat di mesin pencari dan untuk menyarankan perbaikan.
  • Manajer sosial media atau komunitas untuk mempromosikan kontenmu dan mengelola pertanyaan serta komentar.

 

29. Mengatasi Hambatan Budaya Sosial Media

Sosial media merupakan sebuah cara baru untuk berelasi dan melakukan bisnis.

Objection

Response

“Sosial media hanya iseng-iseng.” “Lihat statistik terakhir yang menunjukkan pertumbuhan fenomenal dari facebook, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest.”
“Kami berada di B2B. Pelanggan kami tidak akan membeli multi sitem jutaan dolar di Facebook.” “Sebenarnya, B2B memiliki kelebihan tertentu di media sosial. B2B memahami pelanggan lebih baik, memiliki subjek mendalam-keahlian yang digunakan untuk menemukan cara meminimalisir biaya dan sudah membina hubungan berdasarkan penjualan.”
“Kita tidak bisa mengontrol apa yang terjadi di sosial media.” “Orang-orang di luar sana berbicara tentang kami apakah kamu memiliki facebook page atau tidak. Jadi, mengapa tidak mendengarkan mereka dan bergabung dalam percakapan sebagai mitra?”
“Saya takut menyebabkan krisis sosial media.” “Krisis sosial media terjadi bahkan pada perusahaan yang tidak pada sosial media. Absennya kita malah membuat krisis lebih buruk. Kita butuh terlibat dengan komunitas kita sekarang, membangun kepercayaan dan mendapatkan pendukung ketika sesuatu tidak beres.”
“Sosial media membuang-buang waktu perusahaan” “Jika kita tidak percaya pada karyawan kita, kita memiliki beberapa masalah. Undang karyawan untuk terlibat dengan pelanggan adalah cara hebat unuk memberdayakan mereka dan membuat mereka bergairah untuk membuat kontribusi bagi perusahaan.”
“Partisipasi sosial media beresiko melanggar hukum dan pedoman.” “Ok, mari bekerja dengan hukum untuk membangun pedoman jelas jadi anggota tim sosial media tidak sengaja mempublish informasi sensitif tentang perusahaan, melanggar aturan atau apapaun yang mengekspos peusahaan ke aksi hukum.”
“Kami tidak memiliki cukup orang di organisasi dengan kompetensi untuk mengatur dan menjalankan rencana sosial media.” “Mari membangun program pelatihan sosial media untuk kayawan kita. Karyawan butuh mengerti visi bisnis sosial kita secara keseluruhan, bagaimana melaksanakan sosial media dan menyerap kebijakan sosial media kita.”

30. Otomatiskan Alur Kerja Sosialmu

Proses ini tentang cara menjembatani kesenjangan dan menghubungkan titik-titik yang menjadi bagian dari struktur dan budaya bisnis sosialmu. Sebuah bisnis sosial bergantung pada solusi CRM yang efektif. Dengan menaruh informasi di seluruh web sosial dan mengkombinasikannya dengan metrik real time, engagement, konten dan data solid pelanggan sepanjang waktu, kamu membangun hubungan dengan pelanggan yang menjadikan mereka pelanggan seumur hidup dan menjadi penyokong terbaik brand-mu. Dua hasil utama yang diperoleh dari menciptakan alur kerja sosial adalah menyelesaikan masalah perusahaan secara efektif dan cepat serta customer service tanggap menghadapi isu. Ini bisa merubah cara kamu berbisnis dan memberimu kekuatan tetap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>